Selamat datang di Website BAPPELITBANGDA Kabupaten Majalengka UMK Majalengka Tahun 2017 Rp 1.525.632
E-mail Print PDF

UMK Majalengka Tahun 2017 Rp 1.525.632

MAJALENGKA - Dewan Pengupahan Kabupaten Majalengka menetapkan Upah Minimum Kabupaten Majalengka tahun 2017 sebesar Rp 1.525.632 untuk disampaikan kepada Bupati Majalengka dan diajukan kepada Gubernur Jawa Barat, Kamis 10 November 2016.

Penetapan tersebut dilakukan melalui voting karena ketidaksepahaman antara pengurus organsiasi buruh yang ada dengan anggota dewan pengupahan lainnya. Ketua Dewan pimpinan Cabang KSPSI Majalengka Tedi Setiawan meminta adanya penyesuaian upah atau dibulatkan menjadi Rp 1.600.000.

Sementara anggota dewan pengupahan lainnya berketetapan sesuai persentase kenaikan yang diberikan pemerintah hingga mencapai Rp 1.525.632. Hasil voting pun tidak mendapatkan dukungan suara lainnya.

Dengan begitu, UMK tahun 2017 naik Rp.116.272dari nilai yang sekarang. Besaran UMK tersebut diperoleh menggunakan formula penghitungan upah minimun yang diatur dalam pasal 44 ayat 2 Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 Tahun 2015 dengan inflasi sebesar 3,07 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,18 persen.

Ketua Dewan Pengupahan Kabupaten Majalengka yang juga Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Majalengka Ahmad Suswanto mengatakan, penetapan UMK harus mempertimbangkan pula kondisi perusahaan sehingga penetapan harus benar-benar mempertimbangkan berbagai hal.

Besaran UMK Majalengka itu adalah keempat tertinggi di antara kabupaten/kota di wilayah Cirebon. UMK terendah dimiliki Kabupaten Kuningan sedangkan UMK tertinggi adalah Kabupaten Indramayu diikuti Kota Cirebon di urutan kedua dan Kabupaten Cirebon di urutan ketiga.

“Kalau pendapat pribadi tentu inginnya UMK naik lebih besar minimal 10 persen agar pendapatan buruh lebih meningkat sehingga kesejahteraannyapun akan lebih meningkat,” ujar Ahmad Suswanto.

Dia berharap, ditetapkannya UMK tersebut tidak memunculkan aksi ditingkat buruh karena aksi yang terus-menerus dilakukan buruh akan berdampak besar pada iklim investasi di Majalengka.

Ketua Kadin Majalengka Budi Victo Riyadi mengatakan, besaran UMK yang ditetapkan tersebut pada dasarnya sudah lebih menguntungkan bagi buruh karena UMK itu dinilai lebih tinggi dibanding Kebutuhan Hidup Layak Kabupaten Majalengka yang sebesar Rp 1.476.525. < sumber >

Last Updated on Wednesday, 16 November 2016 08:13