Get Adobe Flash player

Pariwisata

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE Wisata Unggulan Kabupaten Majalengka

Normal 0 false false false false IN X-NONE X-NONE

1) Curug Muara Jaya

Curug Muara Jaya berada di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura yang dikelola pada tahun 1999. Dimana jarak yang harus ditempuh untuk menuju curug ini yaitu +20.1 km dari pusat kota Majalengka. Luas Curug Muara Jaya sebesar +2 Ha. Jarak dari tempat parkir menuju curug tersebut yaitu +300 m berupa jalan setapak yang telah menggunakan paping blok. Objek Wisata Curug Muara Jaya menawarkan keindahan alam dengan panorama air terjun setinggi 73 m yang terdiri dari tiga umpak.Pada lokasi ini, setiap tahunnya digelar upacara pareresan yang dilakukan setelah panen raya.

Objek wisata ini merupakan tanah milik Pemerintah daerah yang dikelola oleh masyarakat, dimana terdapat pengelola khusus yaitu KOMPEPAR yang dipilih setiap satu tahun sekali. Curug Muara Jaya banyak diminati oleh pengunjung, dengan rata-rata jumlah pengunjung pada hari libur sebanyak +200 pengunjung, dan pada hari biasa +20 pengunjung dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 4.000/orang.

(Potensi)

· Udara yang sejuk dengan hamparan sayur mayur dan pohon kesemek menjadi daya tarik bagi peminat wisata alam

· Kawasan merupakan jalur alternatif pendakian ke gunung Ciremai.

· fasilitas pendukung dari Curug Muara Jaya yaitu adanya fasilitas dasar yang cukup memadai seperti cafeteria/warung kurang lebih sebanyak 9 kios/warung, toilet, mushola camping ground, area parkir yang cukup luas, tempat bermain anak, bale pertemuan, pos keamanan dan flying fox.

· Selain masyarakat sekitar di Kabupaten Majalengka pengunjung dari berbagai daerah seperti Indramayu dan Cirebon

· Terdapat ternak kelinci

· Potensi Agro disekitar Objek terdapat pisang apuy, kesemek yang panen 1 tahun sekali dan sayur mayur.

· Kondisi ruas jalan pada area fasilitas penunjang dan parkir sudah memakai perkerasan aspal.

2) 100_0587Curug Sawer

terletak di Desa Argalingga, Kecamatan Argapura. Dimana jarak yang harus ditempuh untuk menuju curug ini yaitu +21.5 km dari pusat kota Majalengka. Luas Curug Sawer sebesar +2.986 m2.

(Potensi)

· Objek wisata ini sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek dan daya tarik wisata alam karena memiliki keindahan berupa curug/ air terjun.

· Keadaan curug muara sawer belum tercemar (polusi air, tanah,udara, suara, dan visual).

 

3) http://www.bappeda.majalengkakab.go.id/images/stories/Wisata/air-terjun-cibali2-a.jpgAir Terjun Cibali

Objek dan daya tarik wisata ini terletak di Desa Cikondang Kecamatan Cingambul yang memiliki jarak +39 km dari pusat kota Majalengka. Objek wisata ini pada umumnya sering di kunjungi oleh para pelajar yang datang pada waktu libur.

(Potensi)

Kondisi lingkungan disekitar curug belum tercemar (polusi air, tanah, udara, suara, dan visual).

 

4) Air Terjun Cilutung

Terletak di Desa Campaga Kecamatan Talaga dengan jarak tempuh +28 Km dari pusat Kota Majalengka.

(Potensi)

· Keadaan lingkungan disekitar curug belum tercemar (polusi air, tanah, udara, suara, dan visual)

· Akses menuju lokasi tersebut sudah cukup baik

· http://www.bappeda.majalengkakab.go.id/images/stories/Wisata/air-terjun-cilutung-a.jpgKeberadaan curug tidak mengganggu ekologi lingkungan sekitar objek.

 

5) Situ Sangiang (Makam Sunan Parung)

Situ Sangiang terletak di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran yang didirikan pada tahun 1998, dimana jarak yang harus di tempuh untuk menuju obyek wisata ini yaitu +27 km dari pusat kota Majalengka. Luas keseluruhan objek wisata ini yaitu +107 Ha, sedangkan untuk luas Situ Sangiang yaitu +19,7 Ha. Objek wisata ini dikelola oleh TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai) dan KOMPEPAR (Kelompok Penggerak Pariwisata).

Jumlah pengunjung yang datang ke lokasi terbanyak pada hari senin dan kamis, 20 % pengunjung penduduk asli 80% penduduk luar Majalengka. Rata-rata pengunjung ke objek ini yaitu +800 – 1000 pengunjung/bulan (80% wisata ziarah dan 20% wisata ke situ). Pada tahun 2007 jumlah pengunjung yaitu 8.387 pengunjung sedangkan pada tahun 2005 jumlah kunjungan ke objek wisata ini yaitu 20.600 pengunjung, dengan harga tiket masuk Rp.3000/orang.

(Potensi)

· Objek wisata Situ Sangiang memiiki panorama yang indah dengan hamparan situ/danau, dalam Situ Sangiang hidup ikan mas dan ikan lele yang menurut masyarakat setempat dipercaya sebagai penjelmaan prajurit Talaga Manggung.

· Lokasi di tengah Situ dipercaya sebagai Keraton Talaga Manggung.

· Terdapat makam keramat Pucuk Ulum Talaga yaitu Sunan Parung sebagai objek wisata ziarah.

· Selain menikmati keindahan panorama Situ Sangiang pengunjung dapat berkeliling menggunakan jalan setapak melihat pohon yang berumur ratusan tahun dan satwa liar seperti kera dan lutung.

· Fasilitas penunjang terdapat tempat pembelian karcis menuju lokasi objek wisata, toilet, parkir, ruang ganti dan tempat istirahat.

· Masih memegang erat unsur adat budaya masyarakat sekitar

· Bisa dikembangkan dengan menggunakan daya tarik ekowisata

· sudah memiki jalan setapak yang ditata/dirancang sebelumnya.

· Selalu diadakan kegiatan budaya seperti potong kambing pada hari tertentu (senin dan kamis)

· Potensi objek wisata terdapat juga agro jagung dan susu murni

 

6) Situ Batu

Situ Batu terletak di Desa Malausma, Kecamatan Malausma dengan jarak tempuh +46 km dari pusat Kota Majalengka. Luas keseluruhan objek wisata ini yaitu +500 m2.

(Potensi)

Situ Batu merupakan objek wisata alami dan terdapat sumber mata air.

 

7) Pendakian Gunung Ciremai

http://www.bappeda.majalengkakab.go.id/images/stories/Wisata/pendakian-gunung-cermai2-a.jpgGunung Ciremai (Ceremai, Cereme, Cerme, Careme) secara administratif termasuk dalam wilayah tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53' 30" LS dan 108° 24' 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut. Gunung ini memiliki kawah ganda, kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 mdpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet. Kini Gunung Ciremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare, dengan harga tiket untuk pendakian ini yaitu Rp. 6.500,-/orang.

Pendakian Gunung Ciremai terletak di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura. Pendakian Gunung Ciremai ini dikelola oleh TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai). Daya tarik objek wisata ini adalah puncak Gunung Ciremai, pendakian dan keindahan alamnya. Akses untuk mencapai lokasi ini kurang baik dan tidak dapat di tempuh oleh angkutan umum,

 

8) Panorama Cikebo

http://www.bappeda.majalengkakab.go.id/images/stories/Wisata/panorama-cikebo-a.jpgPanorama Cikebo berada di Desa Tegal Sari Kecamatan Maja, dengan jarak tempuh +14 km dari pusat Kota Majalengka. Objek dan daya tarik Panorama Cikebo memiliki pemandangan yang indah dan dapat dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat dan tempat bakar jagung bagi pengunjung. Akses untuk menuju lokasi objek wisata ini cukup baik karena berada dipinggir jalan dan dilalui oleh angkutan umum. Fasilitas yang terdapat disana yaitu tempat istirahat dan tempat bakar jagung.

 

9) Curug Tonjong

Curug Tonjong 3Curug Tonjong Terletak di Desa Teja Kecamatan Rajagaluh, Dikelola oleh pihak Desa/Kompepar dan TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai), Luas objek ini yaitu +0,5 Ha. Pada tahun 2005 objek tersebut banyak diminati oleh pengunjung, hal ini dapat dilihat dari jumlah pengunjung sebanyak 5.000 orang, Tiket untuk memasuki lokasi tersebut dapat dibeli seharga Rp. 2.500.

(Potensi)

· Lokasi curug menawarkan keindahan alam yang asri dan alami berupa aliran sungai dengan air terjun yang cukup deras walaupun tidak terlalu tinggi ditambah dengan batu-batuan besar yang terdapat disepanjang aliran sungai,

· Keunikan dari lokasi wisata ini adalah jembatan bambu yang sengaja dibuat sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan lokasi ini ketika melewatinya sampai ke puncak curug serta pada nilai alamiah, sejuknya udara, dan beningnya air sungai dimana dipuncaknya terdapat pelataran sebagai tempat beristirahat.

· Lokasi wisata dapat menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat jaraknya +400 m,

10) 100_4796Situ Janawi

Situ Janawi Terletak di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Jarak tempuh +14 km dari Situ Janawi Terletak pusat Kota Majalengka, Situ ini memiliki luas +1 Ha yang sampai saat ini masih dikelola oleh Madrasah Diniyah Awaliah, Rata-rata jumlah pengunjung pada event tertentu (lebaran) mencapai +150 pengunjung dengan tiket masuk sebesar Rp. 5.000,-/orang.

(Potensi)

· Situ ini memiliki keunikan, dimana adanya daratan kecil ditengah situ dan sumber mata air yang konon katanya dapat menyembuhkan penyakit

· Akses menuju situ ini sudah cukup baik dengan kondisi jalan yang sudah diaspal.

 

11) talaga herangTalaga Herang

Lokasi objek wisata terletak di Desa Jerukleueut, Kecamatan Sindangwangi dengan luas +3 Ha, Jarak +25 km dari pusat Kota Majalengka, dimana objek ini berstatus milik 3 Desa yaitu Desa Jeruk Leueut, Desa Talaga Herang, Desa Padaherang, lokasi talaga itu sendiri berada di Desa jeruk Leueut, objek wisata dikelola oleh KOMPEPAR dan jumlah karyawan 10 orang. Jumlah kunjungan ke objek wisata ini pada tahun 2005 berjumlah 8.738 pengunjung dan pada tahun 2007 berjumlah 8.424 pengunjung yang rata-rata kunjungan pada hari libur +700 orang dengan harga tiket Rp. 3.000,-/orang.

(Potensi)

· Objek ini masih bersifat alami dengan mononjolkan daya tarik air talaga yang sangat bening dan adanya mata air yang keluar dari perut bumi ditengah talaga sehingga pengunjung dapat melihat sampai ke dasar talaga,

· Selain itu objek wisata ini menawarkan koleksi berbagai jenis ikan yang terdapat di talaga, pengunjung dapat menikmati keindahan talaga dengan menggunakan becak air atau perahu kecil,

· Fasilitas yang terdapat di objek ini yaitu mushola, rumah makan, toilet, tempat parkir, dan perahu, dengan kondisi jalan yang relatif baik serta adanya angkutan Desa yang menuju lokasi objek tersebut.

· Menyimpan budaya/ suatu adat untuk bermandi di sekitar talaga pada malam jum’at kliwon.

12) 100_0326Gunung Batu Tilu

terletak di Desa Jatimulya Kecamatan Kasokandel, jarak tempuh +10 Km dari pusat Kota Majalengka, Gunung Batu Tilu terdiri dari tiga bukit yang memiliki keunikan dan keindahan alam tersendiri.

(Potensi)

Pemandangan yang masih alami.

13) Situ Cipanten

Situ Cipanten terletak di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sukahaji. Situ ini memiliki luas +1 Ha yang diresmikan pada tahun 1973 yang merupakan Proyek Insentif IPD yang dikelola oleh Desa atau KOMPEPAR. Jarak dari pusat kota menuju objek wisata ini +15 km. Situ ini memiliki 3 manfaat, diantaranya untuk pengairan, perikanan, dan pariwisata. Daya tampung situ ini yaitu 30.000 m3, dimana air yang mengalir dari situ ini sebesar 0.350 l/d dengan areal yang dialiri mencapai 600 Ha. Selain itu objek ini menyediakan pemandangan situ yang cukup menawan, pengunjung dapat menikmati kesejukan udara di lokasi tersebut sambil menikmati pemandangan situ yang tenang. Jumlah kunjungan ke objek wisata ini pada tahun 2005 berjumlah 6.700 sedangkan pada saat ini Situ Cipanten sudah tidak terawat dan terkelola dengan baik sehingga kurang diminati oleh pengunjung yang ingin berekreasi, melainkan sering digunakan sebagai tempat pelelangan ikan dan pemancingan. Akses menuju objek tersebut cukup baik, hal ini terlihat dari kondisi jalan yang sudah beraspal dan dapat dillalui oleh kendaraan. Sedangkan fasilitas yang terdapat disana yaitu parkir, loket tiket, dan shelter dengan kondisi yang tidak terawat.

14) Situ Cikuda

100_4695Objek wisata Situ Cikuda berada di Desa Padaherang, Kecamatan Sindangwangi. Objek wisata ini dikelola oleh Karang Taruna Desa Padaherang dan pada saat ini sering digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai tempat pemancingan ikan serta adanya bendungan. Situ ini tidak terkelola dengan baik sehingga kurang minatnya pengunjung. Akses menuju ke lokasi tersebut relatif baik dengan kondisi jalan berasapal tetapi disebagian wilayah terdapat jalan yang rusak.

15) Situ Resmi

DSCI0110terletak di Desa Sukasari, Kecamatan Argapura. dengan jarak tempuh +20 km dari pusat Kota Majalengka. Situ ini memiliki luas sebesar +1 Ha. Objek wisata ini tidak dikelola oleh pihak swasta ataupun pemerintah sehingga tidak terawat. Pengunjung Situ Resmi sudah kurang peminatnya meskipun ada hanya masyarakat setempat yang berkunjung ke objek wisata tersebut. Untuk akses menuju lokasi ini kurang baik dan moda angkutan umum menuju lokasi ini tidak ada hanya menggunakan ojek sedangkan fasilitas di objek wisata ini tidak ada.

 

 

1. Wisata Budaya

1) Museum Talaga Manggung

http://www.bappeda.majalengkakab.go.id/images/stories/Wisata/museum%20talaga%20manggung.jpgMuseum Talaga Manggung berada di Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga. Dimana jarak yang harus ditempuh untuk menuju ke museum ini yaitu +26 km dari pusat kota Majalengka. Akses menuju lokasi tersebut sudah baik, dimana tidak hanya bisa di tempuh oleh kendaraan pribadi melainkan dapat di tempuh oleh angkutan umum seperti Maja – Cikijing, Cikijing – Bandung dan sebagainya. Pengunjung yang datang kelokasi wisata budaya ini pada umumnya pelajar. Untuk tiket masuk pada lokasi wisata budaya ini tidak ada ketentuan biaya yang harus di keluarkan hanya sebatas sumbangan sukarela

(Potensi)

· Banyaknya peninggalan sejarah dari Kerajaan Talaga Manggung seperti kereta kencana, peralatan perang, dan alat kesenian, yang menjadi daya tarik tersendiri.

· Masih memegang adat kepercayaan terdahulu dengan memandikan perkakas yang rutin dilaksananakan setahun sekali.

 

2) Makam Eyang Nata Kusuma

http://www.bappeda.majalengkakab.go.id/images/stories/Wisata/dsci0059-2-a.jpgEyang Natakhusuma merupakan tokoh sejarah kebudayaan pada masa Kerajaan Talaga Manggung. Makam Eyang Natakhusuma Terletak di Desa Talaga Wetan Kecamatan Talaga dengan jarak tempuh +26 Km dari pusat Kota Majalengka yang memiliki luas +2 Ha. Akses menuju lokasi Makam Eyang Natkhusuma kurang baik dimana kondisi jalannya berupa jalan tanah. Fasilitas yang ada di lokasi tersebut  masih kurang memadai seperti lahan parkir dan fasilitas lainnya. Pengunjung yang datang untuk berziarah ke lokasi tersebut bukan hanya dari Kabupaten Majalengka saja melainkan dari luar Kabupaten Majalengka seperti dari Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.

 

3) Rumah Adat Panjalin

di Desa Panjalin, Kecamatan Sumberjaya, Jarak +35 Km dari pusat Kota, dengan luas +100 m2, Rumah Adat Panjalin ini merupakan peninggalan sejarah atau objek wisata budaya pada masa lampau dari Eyang Sanata, Rumah Adat Panjalin ini hampir sama dengan rumah Adat Minahasa, Rumah Adat Panjalin pada masa dulu di beri nama alas panjalin yang artinya “hutan rotan”, Pengunjung yang datang ke Rumah Adat Panjalin masih ada meskipun tidak terlalu banyak, di hari-hari tertentu seperti malam jumat suka ada yang menginap di Rumah Adat Panjalin tersebut.

DSCI0205(Potensi)

Rumah Adat Panjalin ini merupakan peninggalan sejarah atau objek wisata budaya pada masa lampau.

 

4) Hutan Lindung Patilasan Prabu Siliwangi

100_0488di Desa pajajar Kelurahan Pajajar, Kecamatan Rajagaluh pada tahun 2000/2001, Jarak dari pusat Kota +25 km dengan luas +3 Ha, Merupakan tempat peristirahatan Prabu Siliwangi dan konon katanya menurut masyarakat sekitar merupakan tempat menghilangnya Prabu Siliwangi, Dalam kawasan wisata terdapat dua talaga (Talaga Emas dan Talaga Pancuran) yang dianggap airnya suci oleh masyarakat sekitar dan pengunjung sehingga sebelum melakukan ritual di patilasan tersebut, pengunjung diharuskan mandi bersih di dua talaga tersebut, Selain talaga dan patilasan Prabu Siliwangi, dikawasan wisata ini juga terdapat pohon bambu peninggalan soekarno yang dari tahun ke tahun berjumlah 5 buah (tumbuh 1, mati 1) serta adanya kolam pemandian bagi pengunjung.

(Potensi)

· 100_0443Selain keindahan alam, pengunjung dapat menyaksikan kera-kera liar di sekitar kawasan ini dan berbagai jenis ikan langka yang terdapat di balong Cikahuripan,

· Selain itu di kawasan ini terdapat arena outbond (camping), kolam renang dan Situ Cipadung yang berbatasan langsung dengan Desa Indrakila Kecamatan Sindang,

· Kawasan wisata hutan lindung patilasan Prabu Siliwangi yang memiliki berbagai macam kegiatan wisata (alam, ziarah, dan buatan) sehingga menjadi objek wisata unggulan Kabupaten Majalengka, hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung dari Majalengka maupun dari luar (Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka). Pada tahun 2006 jumlah kunjungan ke objek wisata ini berjumlah 25.676 pengunjung dan pada tahun 2008 berjumlah 57.246 pengunjung, sedangkan rata-rata jumlah pengunjung pada event tertentu (kliwonan, swalan) berjumlah 10.000 pengunjung dan pada hari biasa +500 pengunjung dengan harga tiket Rp. 4.000,-/orang,

· Akses menuju lokasi tersebut sudah baik

· Sedangkan fasilitas yang tersedia yaitu mushola, kios pedagang, tempat parkir, loket karcis, shelter, dan toilet yang dikelola oleh masyarakat sekitar objek.

 

 

2. Wisata Minat Khusus

1) Panorama Lemahputih (Taman Buana Marga dan Buana Puri)

buana margaTerletak di Desa Lemahputih, Kecamatan Lemahsugih, yang memiliki jarak + 37 km dari pusat kota Majalengka dengan luas mencapai +20 Ha yang di kelola oleh perseorangan yaitu Bapak H. Girri, Panorama Lemahputih terdiri dari dua objek wisata yang berdampingan yaitu Buana Marga (Taman Dinasaurus) dan Buana Puri (tempat hiburan, kolam renang, lapangan golf, cafe) yang merupakan perpaduan antara jenis wisata alam dan buatan. Rata-rata pengunjung untuk setiap harinya bisa mencapai 50 orang, untuk hari libur mencapai lebih dari 100 orang, sedangkan untuk event-event tertentu bisa mencapai limaratus orang atau lebih. Untuk pendapatan dari objek dan daya tarik wisata ini pada tahun 2003 dapat menghasilkan sampai 4 – 6 juta/hari.

(Potensi)

· buana puri 11buana puri 15Setiap wisatawan yang bermaksud mengunjungi objek wisata ini dengan menggunakan kendaraan umum dapat menggunakan kendaraan jurusan Talaga – Bantarujeg, Bantarujeg - Lemahsugih dengan kondisi jaringan jalan yang rusak,

· Fasilitas yang terdapat di objek wisata ini yaitu kolam renang, maianan anak yang terhitung representatif, sirkuit motor cross, lapangan golf, cafetaria dan panggung hiburan.

· Terdapat potensi agro seperti : teh, tomat dan sayuran.

· Pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju kebun teh Cipasung yang terhampar luas dengan fasilitas olahraga outbond yang dapat memberikan pengalaman yang berbeda dalam perjalanan wisata.

 

2) Kolam Renang Tirta Indah

100_0545Terletak di Jl. Raya Kramat Rajagaluh Dusun Logjiawi Desa Ujung Berung, Kecamatan Sindangwangi, dikelola atau dimiliki oleh perseorangan (Bapak H. Ohim) yang rencananya akan mengembangkan kolam renang berskala nasional, Luas area kolam renang +1.2 Ha dan pengembangan selanjutnya sampai +3 Ha, Kolam renang ini merupakan kolam renang terbesar dengan fasilitas yang cukup lengkap yang berada di Kabupaten Majalengka, Pihak Pengelola sendiri mempromosikan Kolam Renang Tirta Indah dengan cara menyebarkan brosur, pamplet, koran, dan radio, Rencana kedepannya kolam renang ini selain sebagai tempat rekreasi, dapat juga digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan, pelatihan renang, dan wisata kebun.

(Potensi)

· 100_0520Fasilitas yang disediakan diantaranya kolam renang berskala nasional, gedung pertemuan, mushola, tempat parkir, kios pedagang, kantor pengelola, dan panggung hiburan serta terdapat 5 kolam renang (2 kolam renang untuk dewasa dan 2 kolam renang untuk anak),

· Selain itu yang menjadi ciri khas dari kolam renang Tirta Indah yaitu adanya waterboom sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Hal ini terlihat dari rata-rata jumlah pengunjung pada hari libur (sabtu dan minggu) yaitu 10.000 pengunjung, pada hari libur/event tertentu (lebaran) yaitu >15.000 pengunjung, dan pada hari biasa yaitu <2.000 pengunjung dengan harga tiket masuk ke kolam renang ini yaitu Rp. 8.000 (untuk dewasa) dan Rp. 6.000 (anak-anak),

· Akses untuk menuju lokasi ini sudah baik, dikarenakan berada dipinggir jalan utama Majalengka – Sumber yang dilalui oleh angkutan umum.

 

3) Kolam Renang Sangraja

Terletak di kelurahan Cigasong, Kecamatan Cigasong dengan luas +1 Ha, dikelola oleh Pemerintah Daerah (Kantor Budpar) Jarak +3 km dari pusat kota, Kolam renang ini merupakan salah satu alternatif tempat hiburan keluarga karena ditempat ini tersedia kolam renang berbagai ukuran dan tempat bermain anak, Dikatakan Sangraja karena konon dahulunya menjadi tempat rekreasi dan hiburan keluarga dan pejabat kerajaan di masa penjajahan Belanda, Jumlah pengunjung ke kolam renang ini pada tahun 2005 berjumlah 9.900 pengunjung, tetapi pada tahun 2007 sampai sekarang kolam renang ini sudah tidak dibuka untuk umum (ditutup) dengan kondisi yang tidak terawat, sehingga tidak adanya pengunjung yang berminat ke objek wisata tersebut.

(Potensi)

Akses menuju lokasi objek wisata kolam renang ini sudah baik, dikarenakan berada dipinggir jalan utama Majalangka – Sumber dan dilalui oleh angkutan umum.

 

4) Sirkuit Gagaraji

Terletak di Desa Pangkalanpari Kecamatan Jatitujuh denghan Jarak +50 Km dari pusat Kota, Objek wisata ini merupakan wisata buatan untuk mengembangkan minat masyarakat dalam bidang olah raga otomotif (grasstrack dan motorcross) wilayah Cirebon dan Jawa Barat , Dikelola oleh Gagaraji Otomotif Club yang diketuai H. M. Abdul Nadiyanto (direktur utama) serta event-event yang dilaksanakan yaitu Kejurnas, kejurda, dan event tingkat lokal.

(Potensi)

· Sirkuit Gagaraji merupakan sirkuit tingkat nasional merupakan sirkuit terbesar di Jawa Barat dengan luas +25 Ha.

· Selain itu kawasan ini juga mulai dikembangkan menjadi kawasan agrowisata dengan komoditas pohon mangga gedong gincu, jambu batu dan pengembangan wisata untuk wisata alam, taman wisata, penangkaran binatang juga dimanfaatkan untuk konservasi alam.

· Fasilitas yang ada di sirkuit gagaraji sudah cukup baik seperti adanya lahan parkir, mushola, wc, tempat beristirahat dan lain-lain.

· Objek wisata sirkuit ini di lengkapi dengan objek wisata terpadu seperti adanya tempat bermain di area lokasi tersebut serta sedang berjalannya rencana pengembangan seperti bendungan dan areal pemancingan buatan.

 

5) Bendungan Rentang

100_0281Bendungan Rentang merupakan kawasan irigasi di Kecamatan Jatitujuh, namun masyarakat setempat dan sekitarnya sudah banyak yang berkunjung untuk menikmati keindahan alam dan menikmati kesejukan alam di lokasi tersebut,Terletak di Desa Panongan Kecamatan Jatitujuh dengan jarak + 35 Km dari pusat Kota serta luas 12 Ha.

(Potensi)

· Objek Wisata ini memiliki potensi yang sangat baik untuk di kembangkan, namun lokasi ini belum tersentuh oleh pemerintah Kabupaten yang khusus untuk menangani potensi pariwisata yang ada di Desa Jatitujuh, sehingga Bendungan Rentang dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang dapat menarik perhatian pengunjung.

· Akses menuju lokasi tersebut sudah baik dan lokasi tersebut dapat di tempuh dengan angkutan umum seperti angkutan Desa Kadipaten - Jatitujuh.

 

6) 100_0290Situ Cijawura

Terletak di Desa Kertajati, Kecamatan Kertajati, jarak + 30 km dari pusat kota dengan luas 45 Ha

(Potensi)

· Sumber air Situ Cijawura yaitu dari air hujan yang di tampung di situ ini

· Fasilitas di lokasi wisata tersebut hanya ada rumah makan jawura

· Akses menuju lokasi tersebut cukup baik

7) Situ Anggarahan

Terletak di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh, Jarak + 40 Km dari pusat kota dan luas +35 Ha.

100_0178

 

 

3. Agrowisata

1) Kebun Teh Cipasung

CipasungTerletak di Desa Cipasung Kecamatan Lemahsugih yang memiliki luas +58 Ha yang dikelola oleh Koperasi Buana Mukti, dengan jarak tempuh +59 Km dari pusat Kota Majalengka. Kebun Teh Cipasung memiliki keindahan alam yang menarik di bandingkan objek wisata yang lainnya yang ada di Kabupaten Majalengka maupun di luar Kabupaten Majalengka. Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung pada tahun 2005 berjumlah 5.000 orang. Akses menuju lokasi wisata tersebut kurang baik dan belum adanya angkutan umum yang menuju lokasi tersebut serta belum adanya fasilitas yang terdapat di objek wisata ini. Pengunjung yang datang kelokasi objek wisata ini pada hari libur dapat dikatakan cukup banyak yang mencapai 50-100 orang per harinya. Sedangkan untuk tiket ke lokasi wisata ini yaitu Rp.3.500,-/orang.

 

2) peapyaPerkebunan di Kecamatan Panyingkiran

Luas lahan perkebunan yang ada di Kecamatan Panyingkiran adalah ± 57,5 ha. Adapun jenis komoditi yang terdapat di Kecamatan Panyingkiran adalah mentimun, terung, jambu, mangga, pepaya.

Hasil dari perkebunan ini sebagian ada yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, dan sebagian lagi untuk dijual. Daerah pemasaran mereka yaitu di Kabupaten Majalengka dan PKW terdekat yakni Kadipaten. Biasanya panen untuk palawija berlangsung selama 4 bulan sekali

3) Perkebunan Teh Sadarehe

Kawasan Sadarehe berada di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka. Lokasi Kegiatan berada di Kaki Gunung Ciremei, sebagai penyangga bagi Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon.

4) Mangga Gedong Gincu

Pengembangan suatu wisata petik buah mangga secara langsung dari pohon yang terdapat dalam satu kawasan perkebunan Mangga Gedong Gincu di Kecamatan Majalengka, Panyingkiran, Kertajati, Ligung, dan Jatitujuh. Keunggulan dari mangga gedong gincu baik dalam kualitas, produk yang cukup baik, stabil, masih dibawah permintaan pasar dan ekspor, harga tinggi sudah dikenal sebagai komoditi komersial dan ekspor, khas produksi dari Majalengka, Indramayu, Cirebon. Mangga Gedong Gincu memiliki keunikan yaitu aroma dan warna yang menarik kuning campur kemerahan (warna gincu) akibat masak dipohon. Produksi dalam setahun mencapai + 2500 ton.Kualitasnya merupakan tanaman untuk ekspor 40 % dan 60 % memenuhi pasar swalayan, pasar regional diantaranya Cirebon, Bandung, Jakarta dan pasar lokal.

(Potensi)

Lahan budidaya cukup tersedia untuk dikembangkan, ketersediaan sumber daya manusia terlatih dan satu-satunya pohon induk Gedong Gincu yang sudah disertifikasi hanya di Kabupaten Majalengka.

 

5) Pembibitan buah, tanaman pangan, dan hortikultur

Pembibitan buah mangga, durian, rambutan, Pete, nangka dan lain-lainnya, tanaman pangan, dan hortikultur, untuk tanaman kerasnya seperti albasia, pohon jati dan lainnya. Pengembangan wisata bercocok tanam berlokasi di Kecamatan Sukahaji, Kecamatan Rajagaluh, dan Kecamatan Majalengka. Pemasaran dilakukan di wilayah Majalengka dan wilayah luar Majalengka bahkan sampai luar Pulau Jawa.

Menjadi daya tarik wisata bagi yang suka bercocok tanam untuk datang ke Kabupaten Majalengka karena ketersediaan berbagai jenis bibit buah dan tanaman, dampaknya adalah dikenalnya berbagai pariwisata di Kabupaten Majalengka.

 

6) Durian Sinapeul

Sentra produksi Durian Sinapeul berada di Kecamatan Sindangwangi, Durian Sinapeul mempunyai daging yang tebal dan biji yang kecil, warnanya kekuning-kuningan dan rasa manis yang khas. Pada tahun 2006 mempunyai luas tanaman 1.700 ha, dengan hasil produksi mencapai + 600 ton.

 

7) Pisang Apuy

Sentra Produk Pisang Apuy di Kecamatan Argapura, Pisang Apuy mempunyai keunggulan rasa yang manis pulen dengan bentuk yang kecil-kecil, merupakan salah satu komoditi Majalengka dan hanya terdapat di satu lokasi yaitu Desa Argapura Kecamatan Argapura, produksi pertahun mencapai + 70.000 Kg. Peluang pariwisata karena memiliki rasa yang khas dan khusus akan meupakan minat tersendiri bagi para konsumen untuk mencoba dan mengunjungi kawasan perkebunan pisang apuy yang berada dekat kawasan objek wisata Curug Muara Jaya sehingga dapat menjadi daya tarik pengunjung menuju objek wisata ini.

 

8) Jagung

Sentra produk Jagung berada di Kecamatan Banjaran, Kecamatan Argapura, Kecamatan Lemahsugih, produk jagung yang dihasilkan hampir seragam dalam hal kepadatan biji jagung pada setiap tongkol dan warna, biji pipilan yang padat (tidak keriput), kualitas jagung Majalengka sudah diakui secara regional dan nasional. Produksi tahun 2006 mempunyai luas tanaman 12.684 Ha, dengan hasil produksi mencapai + 80.000 ton.

(Potensi)

· Agroklimat di Kabupaten Majalengka, khususnya di lokasi sentra sangat cocok untuk pengembangan komoditi jagung, dengan persediaan lahan yang cukup luas, sudanh terbentuk kelembagaan agribisnis jagung yang disertai ketersediaan sumber daya manusia yang terlatih dang pengalaman.

· Peluang pariwisata dari produk jagung yaitu selain menjadi salah satu makanan dalam satu area kawasan wisata pada daerah sejuk ( misalnya pada kawasan Cikebo Maja ) juga dapat dijadikan cindera mata berupa makanan olahan ringan dari bahan baku jagung yang berciri khas Majalengka.

 

4. Ekowisata

1) Objek Wisata Batu Luhur di Desa Sindangwangi

Di Sindangwangi telah hadir pula objek wisata yang masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut yaitu objek wisata Batu Luhur. Objek wisata ini mengedepankan wisata agro dengan konsep alam dan pendidikan serta pesantren. Objek wisata yang berlokasi di blok Pon Desa dan Kecamatan Sindangwangi ini telah dikonsep sejak lama oleh H. Eso, yang pembangunannya telah dimulai sejak awal tahun 2007 lalu, selaku pendiri dan penggagas objek wisata Batu Luhur, H. Eso yang akrab dipanggil Abah ini mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan objek wisata ini sehingga menjadikan objek wisata yang paling mengedepankan nuansa alam yang berbasis agamis..

Mengunjungi Batu Luhur ini tidaklah terlalu sulit, dari kantor Kecamatan Sindangwangi terus menanjak kira-kira 1 km, sampai ke perbatasan Desa Padaherang atau bisa lewat jalur jalan Desa Jerukleueut. Sampai di lokasi kita akan disuguhi pemandangan batu alam yang besar dan tinggi yang terhampar terkesan eksotis. Di sebelah timur ada pemandangan bukit dan gunung Ciremai. Pihak pemerintah Kecamatan Sindangwangi sangat mendukung pengembangan Objek wisata Batu Luhur ini, demi terwujudnya Kecamatan Sindangwangi sebagai ikon Kecamatan di Majalengka yang paling banyak objek wisatanya. Pengembangan Batu Luhur ini memang harus melibatkan semua pihak pemerintah, swasta, pengelola, termasuk masyarakat.

(Potensi)

· Pengurus objek wisata Batu Luhur telah menambah fasilitas berupa flaying fox sepanjang hampir 200 meter yang diklaim sebagai terpanjang di wilayah III Cirebon, bahkan di Jawa Barat dengan membayar Rp 20.000 untuk umum sementara untuk anak sekolah sebesar Rp. 15.000.

· Terdapat permainan ketangkasan melewati jembatan seutas tambang pengunjung hanya dikenakan tarif Rp 2.000 saja, dan untuk saat ini baru dibuka hanya pada hari Sabtu dan Minggu.

· Terdapat Sirkuit balap sepeda anak.

· Perkemahan rutin dikunjungi setiap bulan.

 

2) Curug Baligo

Curug Baligo ini terletak 16 km ke arah barat dari Kabupaten Cirebon. Nuansa alami dan sejuk akan kita dapatkan di curug baligo ini, gemercik suara air terjun yang mengalir dari ketinggian sekitar 30 meter ini dapat disaksikan. Selain itu air terjun yang mengalir kebawah selama puluhan tahun telah membentuk suatu goa yang lubangnya sangat sempit dan merupakan pemandangan yang cukup eksotis, selain mengembangkan objek wisata yang sudah ada pemerintah juga sangat rajin menggali potensi objek wisata baru salah satunya adalah curug Baligo yang terletak di Dusun Baligo, Desa Padaherang.

Banyak jalur untuk bisa sampai ke lokasi Curug. Jalur pertama adalah dari balai Desa lengkong wetan belok kiri terus ke atas dan akan sampai di blok Baligo yang sudah terpasang spanduk Curug Baligo. Atau dari Talaga Herang lurus lalu belok kanan, dan setelah ada SDN Padaherang lalu belok kanan kembali. Hanya saja perlu diketahui bahwa untuk kendaraan roda empat terutama truk dan elf tidak akan bisa sampai, karena situasi jalan memang tidak cukup lebar untuk ukuran mobil besar. Bagi pengendara motor harus ekstra berhati-hati sebab jalannya menanjak dan belum beraspal. Setelah sampai di blok Baligo, motor juga tidak bisa langsung sampai ke Curug. Motor terpaksa harus dititipkan di pengelola yang sengaja menyediakan tempat parkir. Dan untuk mencapai Curug masih harus berjalan kaki lagi sejauh kurang lebih 500 meter.

Umumnya pengunjung yang datang ketempat ini adalah para pasangan kaula muda yang ingin memadu kasih, curug baligo ini memang menjadi daya tarik sendiri. Sejumlah pengunjung mengaku berasal dari daerah Cirebon dan Indramayu, seperti Plered dan Palimanan serta dari Jatibarang. Hanya saja Curug ini sumber airnya itu berasal dari Desa Padabeunghar di Kabupaten Kuningan, ini yang masih harus diperbincangkan untuk pengembangan kawasan pariwisata Sindangwangi karena tidak mudah menyelesaikan kasus-kasus di daerah perbatasan.

 

5. Wisata Belanja

1) Anyaman Bambu

Tanaman bambu tumbuh dipelosok wilayah Kabupaten Majalengka, Bambu mudah tumbuh dan tahan terhadap cuaca oleh karena itu para petani banyak yang menanamnya, tanaman bambu tumbuh subur di Kecamatan Sukahaji, Rajagaluh, Palasah, Leuwimunding dan Sindangwangi. Para pengrajin menyiapkan bambu ya ng telah ditebang, bambu yang dipilih terdiri dari dua jenis bambu yaitu bambu tali dan bambu hitam, kemudian dipotong sesuai kebutuhan, selanjutnya bambu tersebut dibelah menjadi bagian yang lebih kecil, selanjutnya diraut, dihaluskan untuk membuat bahan dasar anyaman. Anyaman Bambu dan Renda berada di Desa Ciparay Kecamatan Leuwimunding, Kecamatan palasah, Kecamatan Sindangwangi, Kecamatan Sukahaji, Kecamatan Rajagaluh.

Hasil-hasil dari anyaman bambu antara lain berupa boboko, kipas, cetok, nyiru, bakul, tampir, aseupan, besok, ayakan dan lain-lain.

2) Industri Kerajinan Rotan dan Kerajinan besi

Kerajinan rotan diproduksi di daerah Kecamatan Sumberjaya, Kecamatan Leuwimunding, Sindangwangi, Kecamatan Rajagaluh. Jenis kerajinan yang dihasilkan dari bahan rotan tersebut berupa keranjang buah, kursi rotan, nampan, box bayi dan lain-lain. Hasil produksi tersebut dipasarkan untuk kebutuhan pasar lokal regional juga mampu memasuki pasar luar negeri. Volume ekspor 2005 : hingga 350 – 280 Pcs.

3) Industri jeans ALLEXUS

Dalam rangka mencintai produk dalam negeri sendiri di Kabupaten Majalengka terdapat pabrik celana jeans tepatnya di Kecamatan Cikijing, perusahaan ini mempunyai merek paten yaitu M.JEE. Bahan-baha untuk celana jeans didatangkan atau dipesan dari Bandung diantaranya kain Levis dan Bejale. Pemasaran produk keberbagai daerah yaitu Bandung, Jombang, dan Banjarmasin, serta kota-kota lainnya di luar Pulau Jawa.

4) Industri Bola di Kecamatan Kadipaten

PT. Sinyaraga Santika Sport atau Tripel S Kadipaten adalah salah satu penghasil bola sepak untuk kebutuhan dalam negeri dan juga eksport. Perusahaaan ini selain memiliki karyawan dalam memproduksi bola, juga menampung produksi bola dari pengrajin bola yang terbentuk dalam satu wadah koperasi yaitu Koperasi Sinar Jaya yang berkedudukan di Desa Liangjung Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka dengan jumlah anggota koperasi sebanyak 2.000 orang dan 200 karyawan.

Pemasaran bola sepak jahit buatan PT. SSS Kadipaten ini adalah ke Korea, Jepang, Amerika, Singapura, Timur Tengah, Eropa, saat ini pesanan terbanyak di Brazillia yang sampai saat ini belum dapat dipenuhi kuotanya. Kapasitas produksi 500.000 pcs / bulan.

5) Industri Keripik

Sentra – sentra industri makanan keripik berlokasi di Desa Rawa Kecamatan Cingambul. Produknya antara lain industry goring kacang dan berbagai keripik (pisang, ubi, singkong dan sejenisnya). Produk makanan ini dipasarkan untuk konsumsi pasar lokal dan regional seperti daerah Cirebon, Bandung, Jakarta dan Surabaya.

6) Emping Melinjo

Sentra bahan baku melinjo dan industri Emping Melinjo di Kecamatan Rajagaluh, Kecamatan Sukahaji, Kecamatan Sindangwangi, Kecamatan Talaga. Target pemasaran emping melinjo yaitu pasar lokal dan regional serta pasar swalayan di kota Bandung, Cirebon dan Jakarta.

7) Batu Alam

Sentra kerajinan batu alam terdapat di Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka, Kualitas kerajinan batu alam di Kabupaten Majalengka sudah terkenal di berbagai daerah karena mutu dan kualitasnya baik serta berdaya saing dengan bentuk dan motif yang menarik. Kerajinan batu alam sering digunakan untuk berbagai macam kebutuhan seperti aksesoris bangunan rumah atau gedung, perkantoran, batu nisan, prasasti dan sebagainya.

Pemasaran kerajinan batu ala minis elain di kawasan Majalengka juga dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan luar Kabupaten Majalengka bahkan pemasaran keluar negeri.

8) Kecap

Sentra produksi Kecamatan Majalengka dan Kecamatan Kadipaten. Kecamatan Majalengka memiliki citra rasa tinggi bercirikan khas Majalengka. Kecap Majalengka dikonsumsi oleh segala lapisan masyarakat terutama masyarakat perkotaan hal ini karena kecap Majalengka memiliki citra rasa tersendiri.

Produksi dalam setahun + 1.880.000 botol. Hasil produksi dengan kualitas baik telah menembus pasar lokal, regional dan nasional. Kecap Majalengka ketersediaan bahan baku dan tersedianya sumber daya manusia tertatih, sebagai produk yang mempunyai citra rasa tersendiri dapat menjadikan daya tarik bagi para konsumen yang melintas ke Kabupaten Majalengka ataupun pengunjung wisata untuk membeli kecap khas Majalengka.

9) Jeruk Sambal

Sebagai contoh Desa wisata seperti yang berada di Desa Weragati di Kecamatan palasah, program Desa wisata ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengembangkan karakter wisata Desa yang bersangkutan. Tanaman jeruk sambal dan jeruk peras yang ditanam seluas 22,5 Ha sangat melimpah di Desa Weragati, masa panen buah ini tidak ada putusnya baik dimusim hujan maupun musim kemarau, selain itu terdapat pengolahan daging jeruk menjadi sirup, sirup dari daging jeruk tersebut diberi nama JESTIKA kepanjangan dari jeruk Sambal Weragati Majalengka. JESTIKA merupakan minuman segar yang natural karena berasal dari jeruk asli dan memakai gula tebu, selain natural JESTIKA dapat menjadi ikon minuman di Majalengka.

 

(RIPPDA Kab.Majalengka)

. Wisata Alam

1) Curug Muara Jaya

Curug Muara Jaya berada di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura yang dikelola pada tahun 1999. Dimana jarak yang harus ditempuh untuk menuju curug ini yaitu +20.1 km dari pusat kota Majalengka. Luas Curug Muara Jaya sebesar +2 Ha. Jarak dari tempat parkir menuju curug tersebut yaitu +300 m berupa jalan setapak yang telah menggunakan paping blok. Objek Wisata Curug Muara Jaya menawarkan keindahan alam dengan panorama air terjun setinggi 73 m yang terdiri dari tiga umpak.Pada lokasi ini, setiap tahunnya digelar upacara pareresan yang dilakukan setelah panen raya.

Objek wisata ini merupakan tanah milik Pemerintah daerah yang dikelola oleh masyarakat, dimana terdapat pengelola khusus yaitu KOMPEPAR yang dipilih setiap satu tahun sekali. Curug Muara Jaya banyak diminati oleh pengunjung, dengan rata-rata jumlah pengunjung pada hari libur sebanyak +200 pengunjung, dan pada hari biasa +20 pengunjung dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 4.000/orang.

(Potensi)

· Udara yang sejuk dengan hamparan sayur mayur dan pohon kesemek menjadi daya tarik bagi peminat wisata alam

· Kawasan merupakan jalur alternatif pendakian ke gunung Ciremai.

· fasilitas pendukung dari Curug Muara Jaya yaitu adanya fasilitas dasar yang cukup memadai seperti cafeteria/warung kurang lebih sebanyak 9 kios/warung, toilet, mushola camping ground, area parkir yang cukup luas, tempat bermain anak, bale pertemuan, pos keamanan dan flying fox.

· Selain masyarakat sekitar di Kabupaten Majalengka pengunjung dari berbagai daerah seperti Indramayu dan Cirebon

· Terdapat ternak kelinci

· Potensi Agro disekitar Objek terdapat pisang apuy, kesemek yang panen 1 tahun sekali dan sayur mayur.

· Kondisi ruas jalan pada area fasilitas penunjang dan parkir sudah memakai perkerasan aspal.

2) 100_0587Curug Sawer

terletak di Desa Argalingga, Kecamatan Argapura. Dimana jarak yang harus ditempuh untuk menuju curug ini yaitu +21.5 km dari pusat kota Majalengka. Luas Curug Sawer sebesar +2.986 m2.

(Potensi)

· Objek wisata ini sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek dan daya tarik wisata alam karena memiliki keindahan berupa curug/ air terjun.

· Keadaan curug muara sawer belum tercemar (polusi air, tanah,udara, suara, dan visual).

 

3) http://www.bappeda.majalengkakab.go.id/images/stories/Wisata/air-terjun-cibali2-a.jpgAir Terjun Cibali

Objek dan daya tarik wisata ini terletak di Desa Cikondang Kecamatan Cingambul yang memiliki jarak +39 km dari pusat kota Majalengka. Objek wisata ini pada umumnya sering di kunjungi oleh para pelajar yang datang pada waktu libur.

(Potensi)

Kondisi lingkungan disekitar curug belum tercemar (polusi air, tanah, udara, suara, dan visual).

 

4) Air Terjun Cilutung

Terletak di Desa Campaga Kecamatan Talaga dengan jarak tempuh +28 Km dari pusat Kota Majalengka.

(Potensi)

· Keadaan lingkungan disekitar curug belum tercemar (polusi air, tanah, udara, suara, dan visual)

· Akses menuju lokasi tersebut sudah cukup baik

· http://www.bappeda.majalengkakab.go.id/images/stories/Wisata/air-terjun-cilutung-a.jpgKeberadaan curug tidak mengganggu ekologi lingkungan sekitar objek.

 

5) Situ Sangiang (Makam Sunan Parung)

Situ Sangiang terletak di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran yang didirikan pada tahun 1998, dimana jarak yang harus di tempuh untuk menuju obyek wisata ini yaitu +27 km dari pusat kota Majalengka. Luas keseluruhan objek wisata ini yaitu +107 Ha, sedangkan untuk luas Situ Sangiang yaitu +19,7 Ha. Objek wisata ini dikelola oleh TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai) dan KOMPEPAR (Kelompok Penggerak Pariwisata).

Jumlah pengunjung yang datang ke lokasi terbanyak pada hari senin dan kamis, 20 % pengunjung penduduk asli 80% penduduk luar Majalengka. Rata-rata pengunjung ke objek ini yaitu +800 – 1000 pengunjung/bulan (80% wisata ziarah dan 20% wisata ke situ). Pada tahun 2007 jumlah pengunjung yaitu 8.387 pengunjung sedangkan pada tahun 2005 jumlah kunjungan ke objek wisata ini yaitu 20.600 pengunjung, dengan harga tiket masuk Rp.3000/orang.

(Potensi)

· Objek wisata Situ Sangiang memiiki panorama yang indah dengan hamparan situ/danau, dalam Situ Sangiang hidup ikan mas dan ikan lele yang menurut masyarakat setempat dipercaya sebagai penjelmaan prajurit Talaga Manggung.

· Lokasi di tengah Situ dipercaya sebagai Keraton Talaga Manggung.

· Terdapat makam keramat Pucuk Ulum Talaga yaitu Sunan Parung sebagai objek wisata ziarah.

· Selain menikmati keindahan panorama Situ Sangiang pengunjung dapat berkeliling menggunakan jalan setapak melihat pohon yang berumur ratusan tahun dan satwa liar seperti kera dan lutung.

· Fasilitas penunjang terdapat tempat pembelian karcis menuju lokasi objek wisata, toilet, parkir, ruang ganti dan tempat istirahat.

· Masih memegang erat unsur adat budaya masyarakat sekitar

· Bisa dikembangkan dengan menggunakan daya tarik ekowisata

· sudah memiki jalan setapak yang ditata/dirancang sebelumnya.

· Selalu diadakan kegiatan budaya seperti potong kambing pada hari tertentu (senin dan kamis)

· Potensi objek wisata terdapat juga agro jagung dan susu murni

 

6) Situ Batu

Situ Batu terletak di Desa Malausma, Kecamatan Malausma dengan jarak tempuh +46 km dari pusat Kota Majalengka. Luas keseluruhan objek wisata ini yaitu +500 m2.

(Potensi)

Situ Batu merupakan objek wisata alami dan terdapat sumber mata air.

 

7) Pendakian Gunung Ciremai

http://www.bappeda.majalengkakab.go.id/images/stories/Wisata/pendakian-gunung-cermai2-a.jpgGunung Ciremai (Ceremai, Cereme, Cerme, Careme) secara administratif termasuk dalam wilayah tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53' 30" LS dan 108° 24' 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut. Gunung ini memiliki kawah ganda, kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 mdpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet. Kini Gunung Ciremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare, dengan harga tiket untuk pendakian ini yaitu Rp. 6.500,-/orang.

Pendakian Gunung Ciremai terletak di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura. Pendakian Gunung Ciremai ini dikelola oleh TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai). Daya tarik objek wisata ini adalah puncak Gunung Ciremai, pendakian dan keindahan alamnya. Akses untuk mencapai lokasi ini kurang baik dan tidak dapat di tempuh oleh angkutan umum,

 

8) Panorama Cikebo

http://www.bappeda.majalengkakab.go.id/images/stories/Wisata/panorama-cikebo-a.jpgPanorama Cikebo berada di Desa Tegal Sari Kecamatan Maja, dengan jarak tempuh +14 km dari pusat Kota Majalengka. Objek dan daya tarik Panorama Cikebo memiliki pemandangan yang indah dan dapat dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat dan tempat bakar jagung bagi pengunjung. Akses untuk menuju lokasi objek wisata ini cukup baik karena berada dipinggir jalan dan dilalui oleh angkutan umum. Fasilitas yang terdapat disana yaitu tempat istirahat dan tempat bakar jagung.

 

9) Curug Tonjong

Curug Tonjong 3Curug Tonjong Terletak di Desa Teja Kecamatan Rajagaluh, Dikelola oleh pihak Desa/Kompepar dan TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai), Luas objek ini yaitu +0,5 Ha. Pada tahun 2005 objek tersebut banyak diminati oleh pengunjung, hal ini dapat dilihat dari jumlah pengunjung sebanyak 5.000 orang, Tiket untuk memasuki lokasi tersebut dapat dibeli seharga Rp. 2.500.

(Potensi)

· Lokasi curug menawarkan keindahan alam yang asri dan alami berupa aliran sungai dengan air terjun yang cukup deras walaupun tidak terlalu tinggi ditambah dengan batu-batuan besar yang terdapat disepanjang aliran sungai,

· Keunikan dari lokasi wisata ini adalah jembatan bambu yang sengaja dibuat sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan lokasi ini ketika melewatinya sampai ke puncak curug serta pada nilai alamiah, sejuknya udara, dan beningnya air sungai dimana dipuncaknya terdapat pelataran sebagai tempat beristirahat.

· Lokasi wisata dapat menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat jaraknya +400 m,

10) 100_4796Situ Janawi

Situ Janawi Terletak di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Jarak tempuh +14 km dari Situ Janawi Terletak pusat Kota Majalengka, Situ ini memiliki luas +1 Ha yang sampai saat ini masih dikelola oleh Madrasah Diniyah Awaliah, Rata-rata jumlah pengunjung pada event tertentu (lebaran) mencapai +150 pengunjung dengan tiket masuk sebesar Rp. 5.000,-/orang.

(Potensi)

· Situ ini memiliki keunikan, dimana adanya daratan kecil ditengah situ dan sumber mata air yang konon katanya dapat menyembuhkan penyakit

· Akses menuju situ ini sudah cukup baik dengan kondisi jalan yang sudah diaspal.

 

11) talaga herangTalaga Herang

Lokasi objek wisata terletak di Desa Jerukleueut, Kecamatan Sindangwangi dengan luas +3 Ha, Jarak +25 km dari pusat Kota Majalengka, dimana objek ini berstatus milik 3 Desa yaitu Desa Jeruk Leueut, Desa Talaga Herang, Desa Padaherang, lokasi talaga itu sendiri berada di Desa jeruk Leueut, objek wisata dikelola oleh KOMPEPAR dan jumlah karyawan 10 orang. Jumlah kunjungan ke objek wisata ini pada tahun 2005 berjumlah 8.738 pengunjung dan pada tahun 2007 berjumlah 8.424 pengunjung yang rata-rata kunjungan pada hari libur +700 orang dengan harga tiket Rp. 3.000,-/orang.

(Potensi)

· Objek ini masih bersifat alami dengan mononjolkan daya tarik air talaga yang sangat bening dan adanya mata air yang keluar dari perut bumi ditengah talaga sehingga pengunjung dapat melihat sampai ke dasar talaga,

· Selain itu objek wisata ini menawarkan koleksi berbagai jenis ikan yang terdapat di talaga, pengunjung dapat menikmati keindahan talaga dengan menggunakan becak air atau perahu kecil,

· Fasilitas yang terdapat di objek ini yaitu mushola, rumah makan, toilet, tempat parkir, dan perahu, dengan kondisi jalan yang relatif baik serta adanya angkutan Desa yang menuju lokasi objek tersebut.

· Menyimpan budaya/ suatu adat untuk bermandi di sekitar talaga pada malam jum’at kliwon.

12) 100_0326Gunung Batu Tilu

terletak di Desa Jatimulya Kecamatan Kasokandel, jarak tempuh +10 Km dari pusat Kota Majalengka, Gunung Batu Tilu terdiri dari tiga bukit yang memiliki keunikan dan keindahan alam tersendiri.

(Potensi)

Pemandangan yang masih alami.

13) Situ Cipanten

Situ Cipanten terletak di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sukahaji. Situ ini memiliki luas +1 Ha yang diresmikan pada tahun 1973 yang merupakan Proyek Insentif IPD yang dikelola oleh Desa atau KOMPEPAR. Jarak dari pusat kota menuju objek wisata ini +15 km. Situ ini memiliki 3 manfaat, diantaranya untuk pengairan, perikanan, dan pariwisata. Daya tampung situ ini yaitu 30.000 m3, dimana air yang mengalir dari situ ini sebesar 0.350 l/d dengan areal yang dialiri mencapai 600 Ha. Selain itu objek ini menyediakan pemandangan situ yang cukup menawan, pengunjung dapat menikmati kesejukan udara di lokasi tersebut sambil menikmati pemandangan situ yang tenang. Jumlah kunjungan ke objek wisata ini pada tahun 2005 berjumlah 6.700 sedangkan pada saat ini Situ Cipanten sudah tidak terawat dan terkelola dengan baik sehingga kurang diminati oleh pengunjung yang ingin berekreasi, melainkan sering digunakan sebagai tempat pelelangan ikan dan pemancingan. Akses menuju objek tersebut cukup baik, hal ini terlihat dari kondisi jalan yang sudah beraspal dan dapat dillalui oleh kendaraan. Sedangkan fasilitas yang terdapat disana yaitu parkir, loket tiket, dan shelter dengan kondisi yang tidak terawat.

14) Situ Cikuda

100_4695Objek wisata Situ Cikuda berada di Desa Padaherang, Kecamatan Sindangwangi. Objek wisata ini dikelola oleh Karang Taruna Desa Padaherang dan pada saat ini sering digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai tempat pemancingan ikan serta adanya bendungan. Situ ini tidak terkelola dengan baik sehingga kurang minatnya pengunjung. Akses menuju ke lokasi tersebut relatif baik dengan kondisi jalan berasapal tetapi disebagian wilayah terdapat jalan yang rusak.

15) Situ Resmi

DSCI0110terletak di Desa Sukasari, Kecamatan Argapura. dengan jarak tempuh +20 km dari pusat Kota Majalengka. Situ ini memiliki luas sebesar +1 Ha. Objek wisata ini tidak dikelola oleh pihak swasta ataupun pemerintah sehingga tidak terawat. Pengunjung Situ Resmi sudah kurang peminatnya meskipun ada hanya masyarakat setempat yang berkunjung ke objek wisata tersebut. Untuk akses menuju lokasi ini kurang baik dan moda angkutan umum menuju lokasi ini tidak ada hanya menggunakan ojek sedangkan fasilitas di objek wisata ini tidak ada.

 

 

2. Wisata Budaya

1) Museum Talaga Manggung

http://www.bappeda.majalengkakab.go.id/images/stories/Wisata/museum%20talaga%20manggung.jpgMuseum Talaga Manggung berada di Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga. Dimana jarak yang harus ditempuh untuk menuju ke museum ini yaitu +26 km dari pusat kota Majalengka. Akses menuju lokasi tersebut sudah baik, dimana tidak hanya bisa di tempuh oleh kendaraan pribadi melainkan dapat di tempuh oleh angkutan umum seperti Maja – Cikijing, Cikijing – Bandung dan sebagainya. Pengunjung yang datang kelokasi wisata budaya ini pada umumnya pelajar. Untuk tiket masuk pada lokasi wisata budaya ini tidak ada ketentuan biaya yang harus di keluarkan hanya sebatas sumbangan sukarela

(Potensi)

· Banyaknya peninggalan sejarah dari Kerajaan Talaga Manggung seperti kereta kencana, peralatan perang, dan alat kesenian, yang menjadi daya tarik tersendiri.

· Masih memegang adat kepercayaan terdahulu dengan memandikan perkakas yang rutin dilaksananakan setahun sekali.

 

2) Makam Eyang Nata Kusuma

http://www.bappeda.majalengkakab.go.id/images/stories/Wisata/dsci0059-2-a.jpgEyang Natakhusuma merupakan tokoh sejarah kebudayaan pada masa Kerajaan Talaga Manggung. Makam Eyang Natakhusuma Terletak di Desa Talaga Wetan Kecamatan Talaga dengan jarak tempuh +26 Km dari pusat Kota Majalengka yang memiliki luas +2 Ha. Akses menuju lokasi Makam Eyang Natkhusuma kurang baik dimana kondisi jalannya berupa jalan tanah. Fasilitas yang ada di lokasi tersebut  masih kurang memadai seperti lahan parkir dan fasilitas lainnya. Pengunjung yang datang untuk berziarah ke lokasi tersebut bukan hanya dari Kabupaten Majalengka saja melainkan dari luar Kabupaten Majalengka seperti dari Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.

 

3) Rumah Adat Panjalin

di Desa Panjalin, Kecamatan Sumberjaya, Jarak +35 Km dari pusat Kota, dengan luas +100 m2, Rumah Adat Panjalin ini merupakan peninggalan sejarah atau objek wisata budaya pada masa lampau dari Eyang Sanata, Rumah Adat Panjalin ini hampir sama dengan rumah Adat Minahasa, Rumah Adat Panjalin pada masa dulu di beri nama alas panjalin yang artinya “hutan rotan”, Pengunjung yang datang ke Rumah Adat Panjalin masih ada meskipun tidak terlalu banyak, di hari-hari tertentu seperti malam jumat suka ada yang menginap di Rumah Adat Panjalin tersebut.

DSCI0205(Potensi)

Rumah Adat Panjalin ini merupakan peninggalan sejarah atau objek wisata budaya pada masa lampau.

 

4) Hutan Lindung Patilasan Prabu Siliwangi

100_0488di Desa pajajar Kelurahan Pajajar, Kecamatan Rajagaluh pada tahun 2000/2001, Jarak dari pusat Kota +25 km dengan luas +3 Ha, Merupakan tempat peristirahatan Prabu Siliwangi dan konon katanya menurut masyarakat sekitar merupakan tempat menghilangnya Prabu Siliwangi, Dalam kawasan wisata terdapat dua talaga (Talaga Emas dan Talaga Pancuran) yang dianggap airnya suci oleh masyarakat sekitar dan pengunjung sehingga sebelum melakukan ritual di patilasan tersebut, pengunjung diharuskan mandi bersih di dua talaga tersebut, Selain talaga dan patilasan Prabu Siliwangi, dikawasan wisata ini juga terdapat pohon bambu peninggalan soekarno yang dari tahun ke tahun berjumlah 5 buah (tumbuh 1, mati 1) serta adanya kolam pemandian bagi pengunjung.

(Potensi)

· 100_0443Selain keindahan alam, pengunjung dapat menyaksikan kera-kera liar di sekitar kawasan ini dan berbagai jenis ikan langka yang terdapat di balong Cikahuripan,

· Selain itu di kawasan ini terdapat arena outbond (camping), kolam renang dan Situ Cipadung yang berbatasan langsung dengan Desa Indrakila Kecamatan Sindang,

· Kawasan wisata hutan lindung patilasan Prabu Siliwangi yang memiliki berbagai macam kegiatan wisata (alam, ziarah, dan buatan) sehingga menjadi objek wisata unggulan Kabupaten Majalengka, hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung dari Majalengka maupun dari luar (Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka). Pada tahun 2006 jumlah kunjungan ke objek wisata ini berjumlah 25.676 pengunjung dan pada tahun 2008 berjumlah 57.246 pengunjung, sedangkan rata-rata jumlah pengunjung pada event tertentu (kliwonan, swalan) berjumlah 10.000 pengunjung dan pada hari biasa +500 pengunjung dengan harga tiket Rp. 4.000,-/orang,

· Akses menuju lokasi tersebut sudah baik

· Sedangkan fasilitas yang tersedia yaitu mushola, kios pedagang, tempat parkir, loket karcis, shelter, dan toilet yang dikelola oleh masyarakat sekitar objek.

 

 

3. Wisata Minat Khusus

1) Panorama Lemahputih (Taman Buana Marga dan Buana Puri)

buana margaTerletak di Desa Lemahputih, Kecamatan Lemahsugih, yang memiliki jarak + 37 km dari pusat kota Majalengka dengan luas mencapai +20 Ha yang di kelola oleh perseorangan yaitu Bapak H. Girri, Panorama Lemahputih terdiri dari dua objek wisata yang berdampingan yaitu Buana Marga (Taman Dinasaurus) dan Buana Puri (tempat hiburan, kolam renang, lapangan golf, cafe) yang merupakan perpaduan antara jenis wisata alam dan buatan. Rata-rata pengunjung untuk setiap harinya bisa mencapai 50 orang, untuk hari libur mencapai lebih dari 100 orang, sedangkan untuk event-event tertentu bisa mencapai limaratus orang atau lebih. Untuk pendapatan dari objek dan daya tarik wisata ini pada tahun 2003 dapat menghasilkan sampai 4 – 6 juta/hari.

(Potensi)

· buana puri 11buana puri 15Setiap wisatawan yang bermaksud mengunjungi objek wisata ini dengan menggunakan kendaraan umum dapat menggunakan kendaraan jurusan Talaga – Bantarujeg, Bantarujeg - Lemahsugih dengan kondisi jaringan jalan yang rusak,

· Fasilitas yang terdapat di objek wisata ini yaitu kolam renang, maianan anak yang terhitung representatif, sirkuit motor cross, lapangan golf, cafetaria dan panggung hiburan.

· Terdapat potensi agro seperti : teh, tomat dan sayuran.

· Pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju kebun teh Cipasung yang terhampar luas dengan fasilitas olahraga outbond yang dapat memberikan pengalaman yang berbeda dalam perjalanan wisata.

 

2) Kolam Renang Tirta Indah

100_0545Terletak di Jl. Raya Kramat Rajagaluh Dusun Logjiawi Desa Ujung Berung, Kecamatan Sindangwangi, dikelola atau dimiliki oleh perseorangan (Bapak H. Ohim) yang rencananya akan mengembangkan kolam renang berskala nasional, Luas area kolam renang +1.2 Ha dan pengembangan selanjutnya sampai +3 Ha, Kolam renang ini merupakan kolam renang terbesar dengan fasilitas yang cukup lengkap yang berada di Kabupaten Majalengka, Pihak Pengelola sendiri mempromosikan Kolam Renang Tirta Indah dengan cara menyebarkan brosur, pamplet, koran, dan radio, Rencana kedepannya kolam renang ini selain sebagai tempat rekreasi, dapat juga digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan, pelatihan renang, dan wisata kebun.

(Potensi)

· 100_0520Fasilitas yang disediakan diantaranya kolam renang berskala nasional, gedung pertemuan, mushola, tempat parkir, kios pedagang, kantor pengelola, dan panggung hiburan serta terdapat 5 kolam renang (2 kolam renang untuk dewasa dan 2 kolam renang untuk anak),

· Selain itu yang menjadi ciri khas dari kolam renang Tirta Indah yaitu adanya waterboom sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Hal ini terlihat dari rata-rata jumlah pengunjung pada hari libur (sabtu dan minggu) yaitu 10.000 pengunjung, pada hari libur/event tertentu (lebaran) yaitu >15.000 pengunjung, dan pada hari biasa yaitu <2.000 pengunjung dengan harga tiket masuk ke kolam renang ini yaitu Rp. 8.000 (untuk dewasa) dan Rp. 6.000 (anak-anak),

· Akses untuk menuju lokasi ini sudah baik, dikarenakan berada dipinggir jalan utama Majalengka – Sumber yang dilalui oleh angkutan umum.

 

3) Kolam Renang Sangraja

Terletak di kelurahan Cigasong, Kecamatan Cigasong dengan luas +1 Ha, dikelola oleh Pemerintah Daerah (Kantor Budpar) Jarak +3 km dari pusat kota, Kolam renang ini merupakan salah satu alternatif tempat hiburan keluarga karena ditempat ini tersedia kolam renang berbagai ukuran dan tempat bermain anak, Dikatakan Sangraja karena konon dahulunya menjadi tempat rekreasi dan hiburan keluarga dan pejabat kerajaan di masa penjajahan Belanda, Jumlah pengunjung ke kolam renang ini pada tahun 2005 berjumlah 9.900 pengunjung, tetapi pada tahun 2007 sampai sekarang kolam renang ini sudah tidak dibuka untuk umum (ditutup) dengan kondisi yang tidak terawat, sehingga tidak adanya pengunjung yang berminat ke objek wisata tersebut.

(Potensi)

Akses menuju lokasi objek wisata kolam renang ini sudah baik, dikarenakan berada dipinggir jalan utama Majalangka – Sumber dan dilalui oleh angkutan umum.

 

4) Sirkuit Gagaraji

Terletak di Desa Pangkalanpari Kecamatan Jatitujuh denghan Jarak +50 Km dari pusat Kota, Objek wisata ini merupakan wisata buatan untuk mengembangkan minat masyarakat dalam bidang olah raga otomotif (grasstrack dan motorcross) wilayah Cirebon dan Jawa Barat , Dikelola oleh Gagaraji Otomotif Club yang diketuai H. M. Abdul Nadiyanto (direktur utama) serta event-event yang dilaksanakan yaitu Kejurnas, kejurda, dan event tingkat lokal.

(Potensi)

· Sirkuit Gagaraji merupakan sirkuit tingkat nasional merupakan sirkuit terbesar di Jawa Barat dengan luas +25 Ha.

· Selain itu kawasan ini juga mulai dikembangkan menjadi kawasan agrowisata dengan komoditas pohon mangga gedong gincu, jambu batu dan pengembangan wisata untuk wisata alam, taman wisata, penangkaran binatang juga dimanfaatkan untuk konservasi alam.

· Fasilitas yang ada di sirkuit gagaraji sudah cukup baik seperti adanya lahan parkir, mushola, wc, tempat beristirahat dan lain-lain.

· Objek wisata sirkuit ini di lengkapi dengan objek wisata terpadu seperti adanya tempat bermain di area lokasi tersebut serta sedang berjalannya rencana pengembangan seperti bendungan dan areal pemancingan buatan.

 

5) Bendungan Rentang

100_0281Bendungan Rentang merupakan kawasan irigasi di Kecamatan Jatitujuh, namun masyarakat setempat dan sekitarnya sudah banyak yang berkunjung untuk menikmati keindahan alam dan menikmati kesejukan alam di lokasi tersebut,Terletak di Desa Panongan Kecamatan Jatitujuh dengan jarak + 35 Km dari pusat Kota serta luas 12 Ha.

(Potensi)

· Objek Wisata ini memiliki potensi yang sangat baik untuk di kembangkan, namun lokasi ini belum tersentuh oleh pemerintah Kabupaten yang khusus untuk menangani potensi pariwisata yang ada di Desa Jatitujuh, sehingga Bendungan Rentang dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang dapat menarik perhatian pengunjung.

· Akses menuju lokasi tersebut sudah baik dan lokasi tersebut dapat di tempuh dengan angkutan umum seperti angkutan Desa Kadipaten - Jatitujuh.

 

6) 100_0290Situ Cijawura

Terletak di Desa Kertajati, Kecamatan Kertajati, jarak + 30 km dari pusat kota dengan luas 45 Ha

(Potensi)

· Sumber air Situ Cijawura yaitu dari air hujan yang di tampung di situ ini

· Fasilitas di lokasi wisata tersebut hanya ada rumah makan jawura

· Akses menuju lokasi tersebut cukup baik

7) Situ Anggarahan

Terletak di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh, Jarak + 40 Km dari pusat kota dan luas +35 Ha.

100_0178

 

 

4. Agrowisata

1) Kebun Teh Cipasung

CipasungTerletak di Desa Cipasung Kecamatan Lemahsugih yang memiliki luas +58 Ha yang dikelola oleh Koperasi Buana Mukti, dengan jarak tempuh +59 Km dari pusat Kota Majalengka. Kebun Teh Cipasung memiliki keindahan alam yang menarik di bandingkan objek wisata yang lainnya yang ada di Kabupaten Majalengka maupun di luar Kabupaten Majalengka. Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung pada tahun 2005 berjumlah 5.000 orang. Akses menuju lokasi wisata tersebut kurang baik dan belum adanya angkutan umum yang menuju lokasi tersebut serta belum adanya fasilitas yang terdapat di objek wisata ini. Pengunjung yang datang kelokasi objek wisata ini pada hari libur dapat dikatakan cukup banyak yang mencapai 50-100 orang per harinya. Sedangkan untuk tiket ke lokasi wisata ini yaitu Rp.3.500,-/orang.

 

2) peapyaPerkebunan di Kecamatan Panyingkiran

Luas lahan perkebunan yang ada di Kecamatan Panyingkiran adalah ± 57,5 ha. Adapun jenis komoditi yang terdapat di Kecamatan Panyingkiran adalah mentimun, terung, jambu, mangga, pepaya.

Hasil dari perkebunan ini sebagian ada yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, dan sebagian lagi untuk dijual. Daerah pemasaran mereka yaitu di Kabupaten Majalengka dan PKW terdekat yakni Kadipaten. Biasanya panen untuk palawija berlangsung selama 4 bulan sekali

3) Perkebunan Teh Sadarehe

Kawasan Sadarehe berada di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka. Lokasi Kegiatan berada di Kaki Gunung Ciremei, sebagai penyangga bagi Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon.

4) Mangga Gedong Gincu

Pengembangan suatu wisata petik buah mangga secara langsung dari pohon yang terdapat dalam satu kawasan perkebunan Mangga Gedong Gincu di Kecamatan Majalengka, Panyingkiran, Kertajati, Ligung, dan Jatitujuh. Keunggulan dari mangga gedong gincu baik dalam kualitas, produk yang cukup baik, stabil, masih dibawah permintaan pasar dan ekspor, harga tinggi sudah dikenal sebagai komoditi komersial dan ekspor, khas produksi dari Majalengka, Indramayu, Cirebon. Mangga Gedong Gincu memiliki keunikan yaitu aroma dan warna yang menarik kuning campur kemerahan (warna gincu) akibat masak dipohon. Produksi dalam setahun mencapai + 2500 ton.Kualitasnya merupakan tanaman untuk ekspor 40 % dan 60 % memenuhi pasar swalayan, pasar regional diantaranya Cirebon, Bandung, Jakarta dan pasar lokal.

(Potensi)

Lahan budidaya cukup tersedia untuk dikembangkan, ketersediaan sumber daya manusia terlatih dan satu-satunya pohon induk Gedong Gincu yang sudah disertifikasi hanya di Kabupaten Majalengka.

 

5) Pembibitan buah, tanaman pangan, dan hortikultur

Pembibitan buah mangga, durian, rambutan, Pete, nangka dan lain-lainnya, tanaman pangan, dan hortikultur, untuk tanaman kerasnya seperti albasia, pohon jati dan lainnya. Pengembangan wisata bercocok tanam berlokasi di Kecamatan Sukahaji, Kecamatan Rajagaluh, dan Kecamatan Majalengka. Pemasaran dilakukan di wilayah Majalengka dan wilayah luar Majalengka bahkan sampai luar Pulau Jawa.

Menjadi daya tarik wisata bagi yang suka bercocok tanam untuk datang ke Kabupaten Majalengka karena ketersediaan berbagai jenis bibit buah dan tanaman, dampaknya adalah dikenalnya berbagai pariwisata di Kabupaten Majalengka.

 

6) Durian Sinapeul

Sentra produksi Durian Sinapeul berada di Kecamatan Sindangwangi, Durian Sinapeul mempunyai daging yang tebal dan biji yang kecil, warnanya kekuning-kuningan dan rasa manis yang khas. Pada tahun 2006 mempunyai luas tanaman 1.700 ha, dengan hasil produksi mencapai + 600 ton.

 

7) Pisang Apuy

Sentra Produk Pisang Apuy di Kecamatan Argapura, Pisang Apuy mempunyai keunggulan rasa yang manis pulen dengan bentuk yang kecil-kecil, merupakan salah satu komoditi Majalengka dan hanya terdapat di satu lokasi yaitu Desa Argapura Kecamatan Argapura, produksi pertahun mencapai + 70.000 Kg. Peluang pariwisata karena memiliki rasa yang khas dan khusus akan meupakan minat tersendiri bagi para konsumen untuk mencoba dan mengunjungi kawasan perkebunan pisang apuy yang berada dekat kawasan objek wisata Curug Muara Jaya sehingga dapat menjadi daya tarik pengunjung menuju objek wisata ini.

 

8) Jagung

Sentra produk Jagung berada di Kecamatan Banjaran, Kecamatan Argapura, Kecamatan Lemahsugih, produk jagung yang dihasilkan hampir seragam dalam hal kepadatan biji jagung pada setiap tongkol dan warna, biji pipilan yang padat (tidak keriput), kualitas jagung Majalengka sudah diakui secara regional dan nasional. Produksi tahun 2006 mempunyai luas tanaman 12.684 Ha, dengan hasil produksi mencapai + 80.000 ton.

(Potensi)

· Agroklimat di Kabupaten Majalengka, khususnya di lokasi sentra sangat cocok untuk pengembangan komoditi jagung, dengan persediaan lahan yang cukup luas, sudanh terbentuk kelembagaan agribisnis jagung yang disertai ketersediaan sumber daya manusia yang terlatih dang pengalaman.

· Peluang pariwisata dari produk jagung yaitu selain menjadi salah satu makanan dalam satu area kawasan wisata pada daerah sejuk ( misalnya pada kawasan Cikebo Maja ) juga dapat dijadikan cindera mata berupa makanan olahan ringan dari bahan baku jagung yang berciri khas Majalengka.

 

5. Ekowisata

1) Objek Wisata Batu Luhur di Desa Sindangwangi

Di Sindangwangi telah hadir pula objek wisata yang masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut yaitu objek wisata Batu Luhur. Objek wisata ini mengedepankan wisata agro dengan konsep alam dan pendidikan serta pesantren. Objek wisata yang berlokasi di blok Pon Desa dan Kecamatan Sindangwangi ini telah dikonsep sejak lama oleh H. Eso, yang pembangunannya telah dimulai sejak awal tahun 2007 lalu, selaku pendiri dan penggagas objek wisata Batu Luhur, H. Eso yang akrab dipanggil Abah ini mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan objek wisata ini sehingga menjadikan objek wisata yang paling mengedepankan nuansa alam yang berbasis agamis..

Mengunjungi Batu Luhur ini tidaklah terlalu sulit, dari kantor Kecamatan Sindangwangi terus menanjak kira-kira 1 km, sampai ke perbatasan Desa Padaherang atau bisa lewat jalur jalan Desa Jerukleueut. Sampai di lokasi kita akan disuguhi pemandangan batu alam yang besar dan tinggi yang terhampar terkesan eksotis. Di sebelah timur ada pemandangan bukit dan gunung Ciremai. Pihak pemerintah Kecamatan Sindangwangi sangat mendukung pengembangan Objek wisata Batu Luhur ini, demi terwujudnya Kecamatan Sindangwangi sebagai ikon Kecamatan di Majalengka yang paling banyak objek wisatanya. Pengembangan Batu Luhur ini memang harus melibatkan semua pihak pemerintah, swasta, pengelola, termasuk masyarakat.

(Potensi)

· Pengurus objek wisata Batu Luhur telah menambah fasilitas berupa flaying fox sepanjang hampir 200 meter yang diklaim sebagai terpanjang di wilayah III Cirebon, bahkan di Jawa Barat dengan membayar Rp 20.000 untuk umum sementara untuk anak sekolah sebesar Rp. 15.000.

· Terdapat permainan ketangkasan melewati jembatan seutas tambang pengunjung hanya dikenakan tarif Rp 2.000 saja, dan untuk saat ini baru dibuka hanya pada hari Sabtu dan Minggu.

· Terdapat Sirkuit balap sepeda anak.

· Perkemahan rutin dikunjungi setiap bulan.

 

2) Curug Baligo

Curug Baligo ini terletak 16 km ke arah barat dari Kabupaten Cirebon. Nuansa alami dan sejuk akan kita dapatkan di curug baligo ini, gemercik suara air terjun yang mengalir dari ketinggian sekitar 30 meter ini dapat disaksikan. Selain itu air terjun yang mengalir kebawah selama puluhan tahun telah membentuk suatu goa yang lubangnya sangat sempit dan merupakan pemandangan yang cukup eksotis, selain mengembangkan objek wisata yang sudah ada pemerintah juga sangat rajin menggali potensi objek wisata baru salah satunya adalah curug Baligo yang terletak di Dusun Baligo, Desa Padaherang.

Banyak jalur untuk bisa sampai ke lokasi Curug. Jalur pertama adalah dari balai Desa lengkong wetan belok kiri terus ke atas dan akan sampai di blok Baligo yang sudah terpasang spanduk Curug Baligo. Atau dari Talaga Herang lurus lalu belok kanan, dan setelah ada SDN Padaherang lalu belok kanan kembali. Hanya saja perlu diketahui bahwa untuk kendaraan roda empat terutama truk dan elf tidak akan bisa sampai, karena situasi jalan memang tidak cukup lebar untuk ukuran mobil besar. Bagi pengendara motor harus ekstra berhati-hati sebab jalannya menanjak dan belum beraspal. Setelah sampai di blok Baligo, motor juga tidak bisa langsung sampai ke Curug. Motor terpaksa harus dititipkan di pengelola yang sengaja menyediakan tempat parkir. Dan untuk mencapai Curug masih harus berjalan kaki lagi sejauh kurang lebih 500 meter.

Umumnya pengunjung yang datang ketempat ini adalah para pasangan kaula muda yang ingin memadu kasih, curug baligo ini memang menjadi daya tarik sendiri. Sejumlah pengunjung mengaku berasal dari daerah Cirebon dan Indramayu, seperti Plered dan Palimanan serta dari Jatibarang. Hanya saja Curug ini sumber airnya itu berasal dari Desa Padabeunghar di Kabupaten Kuningan, ini yang masih harus diperbincangkan untuk pengembangan kawasan pariwisata Sindangwangi karena tidak mudah menyelesaikan kasus-kasus di daerah perbatasan.

 

6. Wisata Belanja

1) Anyaman Bambu

Tanaman bambu tumbuh dipelosok wilayah Kabupaten Majalengka, Bambu mudah tumbuh dan tahan terhadap cuaca oleh karena itu para petani banyak yang menanamnya, tanaman bambu tumbuh subur di Kecamatan Sukahaji, Rajagaluh, Palasah, Leuwimunding dan Sindangwangi. Para pengrajin menyiapkan bambu ya ng telah ditebang, bambu yang dipilih terdiri dari dua jenis bambu yaitu bambu tali dan bambu hitam, kemudian dipotong sesuai kebutuhan, selanjutnya bambu tersebut dibelah menjadi bagian yang lebih kecil, selanjutnya diraut, dihaluskan untuk membuat bahan dasar anyaman. Anyaman Bambu dan Renda berada di Desa Ciparay Kecamatan Leuwimunding, Kecamatan palasah, Kecamatan Sindangwangi, Kecamatan Sukahaji, Kecamatan Rajagaluh.

Hasil-hasil dari anyaman bambu antara lain berupa boboko, kipas, cetok, nyiru, bakul, tampir, aseupan, besok, ayakan dan lain-lain.

2) Industri Kerajinan Rotan dan Kerajinan besi

Kerajinan rotan diproduksi di daerah Kecamatan Sumberjaya, Kecamatan Leuwimunding, Sindangwangi, Kecamatan Rajagaluh. Jenis kerajinan yang dihasilkan dari bahan rotan tersebut berupa keranjang buah, kursi rotan, nampan, box bayi dan lain-lain. Hasil produksi tersebut dipasarkan untuk kebutuhan pasar lokal regional juga mampu memasuki pasar luar negeri. Volume ekspor 2005 : hingga 350 – 280 Pcs.

3) Industri jeans ALLEXUS

Dalam rangka mencintai produk dalam negeri sendiri di Kabupaten Majalengka terdapat pabrik celana jeans tepatnya di Kecamatan Cikijing, perusahaan ini mempunyai merek paten yaitu M.JEE. Bahan-baha untuk celana jeans didatangkan atau dipesan dari Bandung diantaranya kain Levis dan Bejale. Pemasaran produk keberbagai daerah yaitu Bandung, Jombang, dan Banjarmasin, serta kota-kota lainnya di luar Pulau Jawa.

4) Industri Bola di Kecamatan Kadipaten

PT. Sinyaraga Santika Sport atau Tripel S Kadipaten adalah salah satu penghasil bola sepak untuk kebutuhan dalam negeri dan juga eksport. Perusahaaan ini selain memiliki karyawan dalam memproduksi bola, juga menampung produksi bola dari pengrajin bola yang terbentuk dalam satu wadah koperasi yaitu Koperasi Sinar Jaya yang berkedudukan di Desa Liangjung Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka dengan jumlah anggota koperasi sebanyak 2.000 orang dan 200 karyawan.

Pemasaran bola sepak jahit buatan PT. SSS Kadipaten ini adalah ke Korea, Jepang, Amerika, Singapura, Timur Tengah, Eropa, saat ini pesanan terbanyak di Brazillia yang sampai saat ini belum dapat dipenuhi kuotanya. Kapasitas produksi 500.000 pcs / bulan.

5) Industri Keripik

Sentra – sentra industri makanan keripik berlokasi di Desa Rawa Kecamatan Cingambul. Produknya antara lain industry goring kacang dan berbagai keripik (pisang, ubi, singkong dan sejenisnya). Produk makanan ini dipasarkan untuk konsumsi pasar lokal dan regional seperti daerah Cirebon, Bandung, Jakarta dan Surabaya.

6) Emping Melinjo

Sentra bahan baku melinjo dan industri Emping Melinjo di Kecamatan Rajagaluh, Kecamatan Sukahaji, Kecamatan Sindangwangi, Kecamatan Talaga. Target pemasaran emping melinjo yaitu pasar lokal dan regional serta pasar swalayan di kota Bandung, Cirebon dan Jakarta.

7) Batu Alam

Sentra kerajinan batu alam terdapat di Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka, Kualitas kerajinan batu alam di Kabupaten Majalengka sudah terkenal di berbagai daerah karena mutu dan kualitasnya baik serta berdaya saing dengan bentuk dan motif yang menarik. Kerajinan batu alam sering digunakan untuk berbagai macam kebutuhan seperti aksesoris bangunan rumah atau gedung, perkantoran, batu nisan, prasasti dan sebagainya.

Pemasaran kerajinan batu ala minis elain di kawasan Majalengka juga dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan luar Kabupaten Majalengka bahkan pemasaran keluar negeri.

8) Kecap

Sentra produksi Kecamatan Majalengka dan Kecamatan Kadipaten. Kecamatan Majalengka memiliki citra rasa tinggi bercirikan khas Majalengka. Kecap Majalengka dikonsumsi oleh segala lapisan masyarakat terutama masyarakat perkotaan hal ini karena kecap Majalengka memiliki citra rasa tersendiri.

Produksi dalam setahun + 1.880.000 botol. Hasil produksi dengan kualitas baik telah menembus pasar lokal, regional dan nasional. Kecap Majalengka ketersediaan bahan baku dan tersedianya sumber daya manusia tertatih, sebagai produk yang mempunyai citra rasa tersendiri dapat menjadikan daya tarik bagi para konsumen yang melintas ke Kabupaten Majalengka ataupun pengunjung wisata untuk membeli kecap khas Majalengka.

9) Jeruk Sambal

Sebagai contoh Desa wisata seperti yang berada di Desa Weragati di Kecamatan palasah, program Desa wisata ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengembangkan karakter wisata Desa yang bersangkutan. Tanaman jeruk sambal dan jeruk peras yang ditanam seluas 22,5 Ha sangat melimpah di Desa Weragati, masa panen buah ini tidak ada putusnya baik dimusim hujan maupun musim kemarau, selain itu terdapat pengolahan daging jeruk menjadi sirup, sirup dari daging jeruk tersebut diberi nama JESTIKA kepanjangan dari jeruk Sambal Weragati Majalengka. JESTIKA merupakan minuman segar yang natural karena berasal dari jeruk asli dan memakai gula tebu, selain natural JESTIKA dapat menjadi ikon minuman di Majalengka.